Makhluk-makhluk sebelum alam
semesta diciptakan.
S
|
ebelum
alam semesta di tercipta, adakah makhluk-makhluk yang telah diciptakan Allah
swt.?
Ya, ada makhluk-makhluk yang telah
terlebih dahulu diciptakan oleh Allah swt., sebelum Allah menciptakan alam
semesta ini. Makhluk-makhluk tersebut antara lain;
Ø Al-Arsy
(singgasana)
Ø Kursy.
Ø Malaikat
Ø Jin.
A. Al-Arsy
Arsy berarti bangunan singgasana,
istana, atau tahta. Di dalam al-Qur’an, kata Arsy itu disebutkan sebanyak 33
kali. Kata Arsy mempunyai banyak makna, tetapi yang dimaksudkan adalah
singgasana atau takhta Tuhan.
Kemudian arti dari kata tersebut
dipakai oleh bahasa Arab untuk menunjukan beberapa makna, yaitu;
Ø Singgasana
raja
Ø Atap
rumah, seperti yang tercantum dalam hadis
Ø Tiang
dari sesuatu
Ø Kerajaan
Ø Bagian
dari punggung kaki
Inilah sebagian dari
arti arsy dalam bahasa bahasa arab. Akan tetapi, arti tersebut berubah-ubah
sesuai dengan kalimat yang disandarinya. Rasyid Ridha dalam tafsirnya Al-manar menjelaskan bahwa
arsy merupakan pusat pegendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta.
Penjelasan Rasyid Ridha itu antara lain didasarkan pada keterangan al-Qur’an;
“Sesugguhnya
Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
kemudian dia bersemayam untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang
akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah
Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil
pelajaran? “ (Qs. Yunus/10:3).
Di
atas Arsy itu Allah swt. Ber-istiwa’ sesuai
dengan yang patut bagi ke-Mahaagungan-Nya. Dia berfirman dalam al-Qur’an:
الرَّحْمَنُ عَلَى العَرْشِ
اسْتَوَىَ
“Tuhan
yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas Arsy.” (QS. Thaahaa/20:5)
Menurut ulama, Arsy memiliki
wujud yang teramat sangat besar, bahkan ia adalah makhluk yang terbesar, yang
memiliki beberapa tiang yang menjadikan Arsy sebagai atap alam semesta.
Ø
Nabi saw. Pernah
bersabda:
“Aku telah diizinkan
menyampaikan tentang para malaikat Allah pembawa Arsy. Sesungguhnya antara daun
telinga dan lehernya berjarak tujuh ratus tahun”. (HR. Abu Daud)
Ø
Diriwayatkan
dari Sa’id bin Jubair, bahwa Ibnu Abbas ra. Mengatakan tentang firman Allah Wasi’a kursiyyuhussmaawaati wal ardh, “Kursy
Allah meliputi langit dan bumi”. Ia berkata, “Kursy adalah tempat dua kaki, sedangkan
Arsy tidak ada yang dapat memperkirakan ukurannya kecuali Allah Ta’ala”
Ø
Imam Qurthubi
berkata, “Allah swt. Mengkhusukan penyebutan Arsy karena dia adalah makhluk
terbesar, hingga masuklah didalam nya makhluk-makhluk yang lebih kecil dari
nya.”
Saking besarnya, ada malaikat yang
memiliki sayap banyak diperintahkan oleh Allah untuk terbang kemana saja yang
ia kehendaki dan ia merasa tidak beranjak dari tempat semula ia terbang. Allah
berfirman kepada malaikat tersebut, “Sesungguhnya Aku telah menjadikan engkau
memiliki kekuatan yang sebanding dengan kekuatan 7.000 sayap. Kemudian, Allah
menyuruh malaikat itu terbang. Malaikat itu pun terbang dengan kekuatan penuh
dan sayap yang diberikan Allah ke arah mana saja yang dikehendaki Allah.
Sesudah itu, malaikat itu berhenti dan memandang ke arah Arsy. Tetapi, ia
seolah-olah tidak beranjak sedikit pun dari tempatnya terbang semula. Hal ini
memperlihatkan betapa besar dan luasnya arsy Allah itu.
Arsy inilah makhluk yang dianggap
sebagai yang pertama kali diciptakan oleh Allah swt. Nabi saw. Bersabda: “
Allah telah menulis takdir semua makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan
langit dan bumi, dan Arsy Allah berada di atas air.” (HR. Muslim).
Ø Imam
Ibnu Taimiyah mengtakan, “Al-Qalam ini Allah ciptakan ketika Allah memerintahkannya
menulis takdir semenjak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Jadi,
al-Qalam tersebut diciptakan sebelum langit dan bumi, dan dia adalah makhluk
petama yang pertama diciptakan sebelum alam semesta, dan penciptaannya setelah
Arsy, sebagaimana yang ditunjukan oleh dalil-dalil dan inilah pendapat jumhur
(mayoritas) salaf
Ø Ibnu
Abil ‘Izz berkata, “hadis ini jelas bahwa takdir terjadi setelah penciptaan
al-Arsy, dan takdir terjadi di awal penciptaan al-Qalam sebagaimana dalam hadis
‘ubadah ini.”
Ø Ibnu
Hajar al-‘Asqalani berkata,” Maka cara menjamak (mengumpulkan) antara kedua
hadis bahwa maksud pertamanya al-Qalam adalah dibandingkan segala sesuatu
selain air dan Arsy, atau pertama dibandingkan dengan dengan apa yang dia
tulis.”
Kesimpulan yang bisa kita ambil dari
hadis-hadis dan ucapan para ulama diatas bahwa al-Arsy dan air lebih dahulu
diciptakan dari pada al-Qalam, namun bukan berarti makna nya al-Arsy adalah
mahluk yang pertama kali Allah ciptakan secara mutlak, karena yang demikian
butuh dalil yang jelas dan shahih
B.Kursy
Kursy adalah
tahta, ilmu, pengetahuan, harta, kekuasaan dan kebijaksanaannya. Sahabat Ibnu
Abbas ra. Megatakan tentang kursy, beliau berkata, “Kursy adalah tempat dua
kaki, sedangkan Arsy tidak ada yang dapat memperkirakan ukurnnya kecuali Allah Ta’ala
Dibandingkan
dengan Arsy, Kursy lebih kecil.
Ø Dari
Abu Dzar ra., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: “
Tidaklah Kursy dibanding Arsy melainkan ibarat baju besi yang dilemparkan
ditengah-tengah padang pasir yang luas.” (Syarh Aqidah ath-Thahawiyah).
Ø Ibn
Katsir ra. Berkata, “Yang benar, Kursy itu berada dengan Arsy. Arsy lebih besar
dari kursy. Hal ini sebagimana ditunjukan oleh beberapa atsar dan hadist
Kursy itu pula meliputi
langit dan bumi. Menurut riwayat, langit yang tujuh dan bumi yang tujuh apabila
dibandingkan dengan Kursy adalah ibarat sebuah cincin yang dilemparkan di
tengah-tengah padang pasir.
وَسِعَ
كُرْشِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ, حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلُىُّ
العَظِيْمُ
“Dan Kursy Allah meliputi langit
dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah
Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS. Al-Baqarah/2: 255).
C.
Al-Qalam
Al-Qalam berarti
“Pena”. Maksudya pena yang menulis takdir di lauh Mahfuzh (lembaran yang
terjaga). Ia adalah instrumen yang menjadi cikal bakal sketsa alam semesta
beserta isinya. Ia adalah goresan tinta yang menuliskan takdir seluruh makhluk
Allah swt.
Menurut beberapa keterangan, Qalam
adalah makhluk yang pertama kali diciptakan oleh Allah swt., ia tercipta
sebelum Arsy. Nabi saw. Bersabda: “Yang pertama kali diciptakan Allah adalah
al-Qalam yang berasal dari cahaya.” (HR.Tirmidzi).
“Sesungguhnya
makhluk mahluk yang pertama kali diciptakan Allah adalah al-Qalam, kemudian Allah berfirman
kepadanya: ‘Tulislah!’ kemudian Qalam berkata: Wahai Rabb-ku, apa yang aku
tulis?’ Allah berfirman: ‘Tulislah takdir segala sesuatu sampai datang hari
kiamat.” (HR. Abu Daud)
Maka, sebelum Allah swt. Menciptakan
dunia ruang dan waktu, Dia telah menciptakan Qalam terlebih dahulu. Lalu
diperintahkan oleh nya untuk menulis takdir segala sesuatu tentang alam
semesta. Tentang setiap daun yang akan gugur, tentang angin yang akan bertiup,
tentang air yang akan mengalir, tentang kehidupan manusia, takdir-takdirnya,
tentang surga dan neraka, dan lain sebagainya
D.
Malaikat
Malaikat berasal
dari kata “malaikah”, bentuk jamak dari kata “malak”, yang berasal dari mashdar
“al-alukah” yang berarti ar-risalah (misi atau pesan). Sedangkan yang membawa misi disebut “rasul”(utusan).
Dalam beberapa ayat al-Qur’an,
malaikat juga disebut dengan “rasul” (utusan-utusan).
“Dan
sesungguhnya utusan-utusan kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim
dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: ‘Selamat’. Ibrahim menjawab:
‘Selamatlah’, maka tidak lama kemudian Ibrahim Menguyuhkan daging anak sapi yag
dipanggang.” (QS. Huud, 11:69)
Malaikat adalah makhluk-makhluk
Allah yang diciptakan untuk taat dan beribadah kepada-Nya serta mengejakan
semua tugas-tugasnya, sebagaimana hal ini dijelaskan dalam firman Allah swt:
“Dan
kepunyaan-Nya lah segala yang dilangit dan dibumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempuyai rasa
angkuh untuk menyembahnya dan tiada (pula) mereka letih. Mereka selalu
bertasbih siang dan malam tiada henti-hentinya.
“(QS. La-Anbiyaa. 21: 19-20)
Mereka ini diciptakan Allah dari nur
atau cahaya. Rasullullah saw. Bersabda: “Malaikat itu diciptakan dari
cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah
diterangkan kepadamu semua (tanah).” (HR. Muslim). Karena malaikat
tercipta dari cahaya, maka tentu mereka mewarisi sifat-sifat cahaya. Di
antaranya malaikat tidak bisa kita lihat, dan mereka mampu bergerak seperti
cahaya.
Mereka memiliki sayap, sebagaimana
yang telah diterangkan oleh Allah sendiri. Di antara mereka ada yang mempunyai
dua sayap, ada yang tiga atau empat, dan ada yang punya lebih banyak lagi.
Allah swt. Berfirman:
“Segala
puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang telah menjadikan malaikat
sebagai utusan-utusan yang bersayap, dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat. Allah
menambah apa yang dia kehendaki tentang ciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah
mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Faathir. 35:1)
Maksud Allah menjadikan mereka
memiliki sayap. Ada yang bersayap dua, tiga, empat dan ada yang lebih banyak
lagi. Disebutkan dalam hadist bahwa Rasulullah saw. Pernah melihat malaikat
jibril dalam betuknya (yang sesungguhnya). Ia memiliki 600 sayap yang
masing-masing sayap menutup cakrawala. Dari setiap sayapnya keluar warna-warni
mutira dan Yaqut (batu mulia). (HR.Ahmad).
Dan, malaikat itu diciptakan Allah
swt. Sebelum diciptakannya manusia pertama (Adam as), bahkan sebelum
diciptakannya jin. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Allah swt.:
“Ingatlah
ketika Rabb-mu berfirman kepada para malaikat, ‘sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.” (QS. Al-Baqarah,
2:30)
Ayat ini menginormasikan sebuah
kisah tentang kosmik sebelum terciptanya Adam. Saat itu malaikat sudah
diciptakan oleh Allah. Maka, ketika maliakat mendengar berita bahwa Allah aka
menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, mereka menanyakan hal tersebut
kepada Allah.
E.
Jin.
Sebelum manusia
pertama diciptakan, yakni Adam as. Jin telah terlebih dahulu diciptakan. Hal
ini didsarkan pada keterangan al-Qur’an:
“Dan
Kami telah ciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr 15:27)
Ibnu Abbas ra. Mengatakan, “
Allah menciptakan malaikat sebelum jin, menciptakan jin sebelum manusia, dan
menciptakan laki-laki sebelum perempuan.” Agus Mustofa dalam bukunya Ternyata
akhirat tidak kekal mengatakan bahwa jin mulai diciptakan ketika alam
semesta masih bersuhu ekstrem yang sangat panas.
Jin
diciptakan oleh Allah dari api.
Ø Al-Qur’an
menerangkan:
“Dan
kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”
(QS. Al-Hijr/ 15: 26-27)
Ø Rasulullah
saw. Bersabda: “malaikat diciptakan dari cahaya, dan jin diciptakan dari api
yang berkobar, sedangkan Adam (manusia) diciptakan sebagaimana yang telah
dijelaskan kepada kalian (tanah).” (HR.Muslim)
Ø Ibnu
Abbas ra. Mengatakan: Allah
menciptakan jin dari nyala api dan menciptakan malaikat dari cahaya yang
berkilauan.”
Ø Wahab
ibn Munabbih, ia berkata, “Tuhan semesta alam menciptakan api samum. Dari
api samum ini Dia menciptakan jin. Samum adalah angin yang sangat panas
membakar, atau api yang tidak ada asapnya. Ketika Tuhan menghendaki sesuatu
maka terbakarlah satu hijab, dari api yang membakar hijab inilah kabilah jin
diciptakan.”
Sebagian
ilmuan menyebut jin merupakan sejenis roh yang berakal yang tidak memilki unsur
materi. Namun jelas bahwa jin bukan makhluk nonmateri secara mutlak. Karena
sesuatu yang diciptakan api adalah materi dan satu kondisi setengah abstrak.
Atau dengan bahasa lainnya disebut sebagai materi halus
Pada banyak ayat-ayat al-Qur’an
dijumpai bahwa jin juga sebagai mana jenis manusia, memiliki kehendak dan
kecerdasan serta dapat melaksankan pekerjaan-pekerjaan berat. Terdapat jin yang
beriman dan juga jin yang kafir. Sebagian adalah jin-jin yang saleh, sebagian
yang lain bermaksiat. Hidupnya sebagai mana manusia, mereka juga memiliki
hidup, mati,serta kiamat. Jenis kelaminnya ada laki-laki dan perempuan.
Terdapat pernikahan dan regenerasi pada mereka.
Hal yang paling membedakan jin dan
malaikat adalah dimensinya. Malaikat bisa masuk menjelajah alam jin, tapi
sebaliknya jin tidak bisa memasuki alam maliakat. Karena itu, didalam al-Qur’an
digambarkan, kadang-kadang jin mencoba mengintip dan mencuri dengar informasi
dari alam malaikat.
“Sesungguhnya
kami telah mencoba mencari rahasia langit, namun kami dapati disana penuh
dengan penjaga-penjaga yang sangat kuat dan panah-panah berapi. (QS.
Al-Jin/72:8)
Berbeda
dengan malaikat yang selalu taat, jin diciptakan untuk bisa membangkang
terhadap perintah. Merka adalah makhluk yang nantinya dimintai pertanggung
jawaban sebagai hamba Allah. Maka, jin ada yang jahat dan ada yang baik. Ada
yang kafir ada juga yang beriman. Jin yang pertama kali kafir disebut iblis,
dan para pengikut iblis disebut syaitan.
Munkin
hanya cukup sekian semoga ini bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan.
Di
kutip dari buku “bumi sebelum manusia tercipta” dengan ust.Mahmud
asy-syafrowi.
Oleh.
Alexander Dz.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar